Sweet Blog

Rabu, 02 Mei 2012

Resensi Film The Social Network




Film yang dibintangi oleh Jesse Eisenberg menceritakan seorang tokoh muda bernama Mark Zuckerberg yang berhasil mengembangkan situs jejaring sosial yaitu “Facebook”. Mark adalah salah seorang mahasiswa Universitas Harvard yang pada awalnya kurang begitu terkenal. Kemudian ia berencana untuk masuk kedalam salah satu klub elit di universitasnya agar ia menjadi sedikit terkenal. Untuk melancarkan jalanya masuk ke klub elit dia menciptakan “facemash” yaitu sebuah situs yang membandingkan keseksian mahasiswi-mahasiswi di Harvard University. Dan pada akhir cerita film ini, Mark berhasil mengembangkan Facemash yang pada awalnya mengundang kontroversi menjadi sebuah facebook yang sangat dikenal di segala penjuru dunia saat ini.

Karakter Mark Zuckerberg pada film ini adalah seseorang tiran dengan ambisi yang tidak terbatas. Dia mendepak Winklevoss setelah merasa tidak dihormati sebagaimana yang dia inginkan. Ketika sahabatnya sekaligus partner bisnis Facebook-nya, Eduardo Saverin (Andrew Garfield), menjadi calon anggota Klub Elite, Zuckerberg menutup pintu terhadap ide-ide baru dan akhirnya mendepak Saverin juga. Zuckerberg mencoba untuk meraih penerimaan dari orang lain dengan cara melakukan penolakan.

Sutradara      : David Fincher
Skenario       : Aaron Sorkin
Pemain         : Jesse Eisenberg (Mark Zuckerberg/Pendiri situs Facebook), artis cantik rooney mara (Erica Albright) dan bintang terkenal Justin Timberlake (Sean Parker/pencipta Napster)
Distributor    : Columbia Pictures

Tanggal rilis :1 Oktober 2010













Hubungan Film The Social Network dengan Manajemen Pemasaran

 
     1. Mark memasarkan situsnya secara bertahap, yaitu diawali kepada lingkungan sekitar (mahasiswa-mahasiswa Harvard University)
     2. Setelah melakukan pemasaran, Mark menganalisis apakah produknya bis diterima oleh produsen.

     3. Produk pertama Mark “facemash” kurang begitu diterima oleh produsen, bahkan sempat mengundang kontroversi di universitasnya. Kemudian ia mmperbaikinya menjadi “facebook”.
     4. Tidak hanya berhenti menciptakan facbook, Mark terus menambah fitur-fitur sehingga menjadi facebook yang sempurna seperti saat ini. Penambahan fitur-fitur tersebut didasarkan pada riset pasar. Dalam film ini Mark menganalisis keinginan konsumen melalui kehidupan mahasiswa Harvard sehari-hari.
     5.Untuk melancarkan bisnisnya, Mark memilih patner-patner yang menguntungkan dan mendepak patner-patner yang sekiranya tidak sejalan dan tidak kooperativ terhadap produknya.


Nama: Anggy Restia Varianty
Manajemen Pemasaran Kelas CB
11502030111041





T



0 komentar:

Posting Komentar